Queiroz: “Messi Harus Buktikan Dirinya Adalah Manusia !”

bolasempak.com Menurut pelatih timnas Iran, Carlos Queiroz, Lionel Messi tampil terlalu ‘ajaib’ sehingga harus membuktikan diri apakah dia manusia biasa.

 

Bintang Argentina yang juga mantan pemenang Ballon d’Or itu tampil sensasional musim ini, saat Barcelona berusaha meraih treble winners kedua dalam empat musim.

 

Messi juga mencetak hat-trick di kualifikasi terakhir Piala Dunia melawan Ekuador, menyegel kemenangan 3-1 sekaligus mengamankan posisi Argentina di putaran final kompetisi terbesar sepakbola tahun ini.

 

Tim asuhan Queiroz sebelumnya meraih hasil imbang 0-0 melawan Argentina di Piala Dunia terakhir (di Brasil), sampai akhirnya Messi mencetak gol penentu jelang pertandingan berakhir di Belo Horizonte.

 

Pelatih berusia 64 tahun itu pun yakin apa yang ditunjukkan seorang Lionel Messi sepanjang karirnya adalah sesuatu yang berbeda jika dibandingkan pesepakbola normal.

 

“Saya selalu mengatakan bahwa Messi adalah pemain yang luar biasa,” katanya kepada FIFA.com (28/2/2018). “Dia bukan dari dunia ini. Jika dia manusia, dia tidak akan memiliki momen ajaib dalam pertandingan itu.

 

“Saya biasanya tidak menyukai kekalahan, tapi saya tidak bisa melepaskan diri dari kekalahan itu dengan perasaan negatif. Saat itulah sesuatu yang ajaib terjadi, Anda tahu sepakbola itu tentang hidup dan menendang, dan itulah mengapa sepakbola adalah olahraga terbaik yang harus disaksikan.”

 

Queiroz berpeluang menghadapi masalah besar lainnya di putaran final tahun ini, dengan Iran tergabung dalam grup yang sama dengan Spanyol (pemenang Piala Dunia 2010), Portugal (juara Euro 2016) dan Maroko.

 

Mantan asisten manajer Manchester United itu juga mengharapkan kesempatan besar ketika berhadapan dengan Cristiano Ronaldo dkk.

 

“Ini akan menjadi (pertandingan) spesial, seperti biasanya saat Anda menghadapi pemain hebat. Saat ini, dia adalah pemain terbaik di dunia,” katanya. “Tapi saat pertandingan dimulai hanya ada dua tim yang berusaha menang. Sepakbola akan memutuskan siapa yang akan menang dan siapa yang lebih baik di bidang permainan.

 

“Tentu saja kenangan tetap ada untuk siapapun, terutama dalam proyek bersama seperti yang kita lakukan di Manchester dan tim nasional Portugal. Tapi itu sudah lama sekali.

 

“Waktu telah berubah dan sekarang saya punya Ronaldo lainnya. Mereka adalah pemain penting, contohnya (Alireza) Jahanbakhsh, (Reza) Ghoochannejad dan (Ali) Karimi. Inilah pemain andalan yang bisa jdi penantang Ronaldo saat kita berhadapan nanti.”