Orban dan Leipzig Siap Hadapi Musim Yang Lebih Sulit

BolaSempakBek RB Leipzig, Willi Orban, mengakui akan sulit bagi klub untuk kembali menjadi penantang juara Bundesliga seperti musim lalu ketika mereka mempersiapkan diri juga harus berkonsentrasi di Liga Champions.

 

Leipzig menjalani Bundesliga musim 2016-17, dengan berbagai kesuksesan, mengancam untuk menurunkan posisi Bayern Munich di musim pertama mereka di papan atas liga.

 

Orban dan rekan satu timnya akhirnya berhasil menyelesaikan posisi runner-up dibelakang  Bayern, memastikan kualifikasi otomatis Liga Champions dan melanjutkan promosi cepat mereka melalui divisi empat Jerman ketika baru terbentuk pada tahun 2009.

 

Namun hal yang sama mungkin tidak terjadi seperti musim 2016-17, karena Leipzig harus menghadapi tambahan tekanan dan semua pertandingan musim ini akan jauh menguras tenaga, dan Orban sangat ingin mengurangi ekspetasi berlebihan meskipun meraih sukses sebelumnya.

 

“Sejujurnya, itu akan sangat sulit. Bukan hanya karena jadwal kami lebih ketat dari musim lalu, tapi juga pertandingan yang harus dimainkan setiap tiga hari,” Orban kepada Omnisport.

 

“Ada tim seperti (Bayer) Leverkusen, Schalke atau (Borussia) Mönchengladbach yang memiliki harapan tinggi dan mereka terlihat sangat berambisi karena tidak finish di tempat yang mereka harapkan musim lalu.

 

“Namun, inti tim kami sama dengan musim lalu dan kami juga menambahkan beberapa pemain baru yang sangat bagus. Karena itu, kami tampil positif untuk mempersiapkan masa depan.”

 

Orban menambahkan: “Ada begitu banyak tim yang berjuang untuk tempat-tempat internasional. Kami tidak melihat Bayern Munich, kami masih jauh tertinggal dari mereka, ini seperti bermain di liga lain.

 

“Pertama, kami harus mengatasi cara bermain di Liga Champions, Bundesliga dan DFB-Pokal, maka kami bisa membicarakan tujuan untuk klasemen.

 

“Kami ingin mengambil langkah selanjutnya dan mengembangkan permainan kami, kami akan melihat apa yang akan kami dapatkan untuk usaha kami. Dan tentu saja, pemain baru seperti Bruma atau Augustin membantu kami menjadi tim yang lebih baik. “