Meski Lolos ke Piala Dunia, Arab Saudi Ganti Pelatih

BolaSempak Van Marwijk, yang habis kontrak pada kampanye akhir kualifikasi AFC, digantikan oleh mantan pelatih tim nasional Argentina, Edgardo Bauza, sebagai pelatih baru Arab Saudi pada akhir pekan lalu setelah kedatangannya dari Uni Emirat Arab.

 

Saudi memastikan penampilan kelima mereka di Piala Dunia dan pertama sejak 2006 berkat kinerja Van Marwijk dan kemenangan mereka atas Jepang pada awal September ini.

 

Namun, Van Marwijk (mantan pelatih Belanda), yang memimpin Belanda sampai ke final Piala Dunia 2010, tidak dapat menyetujui kesepakatan baru dengan Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF), yang menginginkan pelatih berusia 65 tahun itu berada secara permanen di negara tersebut.

 

“Saya menghentikan negosiasi pekan lalu, setelah kami lolos ke Piala Dunia, beberapa anggota staf saya dipecat. Itu tidak dapat diterima bagi saya,” kata Van Marwijk kepada NOS.

 

“Saya tidak akan bernegosiasi tentang hal itu (pindah ke Arab Saudi). Saya tidak ingin tinggal di sana secara permanen. Mereka menginginkan saya disana selama mungkin, mereka benar-benar ingin pergi ke Rusia bersama saya.”

 

Van Marwijk menambahkan: “Saya ingin pergi ke Piala Dunia, karena itulah mengapa saya memulai pekerjaan ini dua tahun yang lalu. Tapi saya tidak akan membiarkan orang lain memberi tahu saya bagaimana cara melakukan pekerjaan saya.

 

“Ini adalah hal saya, ide saya, saya ingin membangun sebuah kesatuan yang benar-benar menjadi fokus saya tanpa gangguan dari manapun.

 

“Saya menghargai keinginan federasi, tapi saya juga ingin dihargai sebagai pelatih. Ini adalah tugas yang sulit, terutama dengan negara-negara di Asia sudah meningkat pesat.

 

”Kini saya berharap mereka bisa mencapai apa yang diinginkan, saya juga ingin mencari apa yang menjadi keinginan saya dalam sepakbola.”

 

Bauza, 59, mengalami periode buruk ketika bertanggung jawab atas tim nasional Argentina dan dipecat dengan harapan Piala Dunia bisa dicapai sebelum kualifikasi berakhir.

 

Pelatih yang pernah memenangkan Copa Libertadores tersebut mengambil alih kepelatihan UEA pada bulan Mei, namun ia tidak dapat meraih tempat di babak playoff kualifikasi Piala Dunia.