Meski Ada Kontroversi, FIFA Sebut VAR Sukses di Piala Dunia

VAR

bolasempak.com VAR telah memberikan kontribusi untuk 99,3% dari keputusan wasit di Piala Dunia 2018 menjadi benar, menurut FIFA.

 

Teknologi video itu digunakan untuk pertama kalinya di Piala Dunia, meskipun Premier League termasuk di antara mereka yang belum memperkenalkannya setelah dilakukan uji coba.

 

Beberapa pelatih dan pemain melontarkan pernyataan kritis terhadap VAR sepanjang turnamen. Dimana Jose Fonte (bek Portugal) menggambarkan teknologi itu sebagai “tidak dapat diterima”, sementara Thiago Alcantara (gelandang Spanyol) mengatakan menggunakan sistem itu membuat “kehilangan sedikit esensi sepakbola”.

 

Namun, Pierluigi Collina – ketua komite wasit FIFA – membela penggunaan VAR dan memastikan itu memiliki dampak positif di Piala Dunia secara keseluruhan, meskipun diperlukan perbaikan lebih lanjut.

 

“Selama kompetisi, tidak mungkin semuanya berjalan sempurna,” kata Collina, dikutip ESPN (3/7/2018). “Beberapa hal harus diperbaiki berdasarkan apa yang terjadi di pertandingan pertama.

 

“95% dari keputusan yang diambil oleh wasit tanpa VAR adalah benar, dan persentase ini meningkat menjadi 99,3% berkat intervensi VAR.

 

“Sesuatu yang selalu dikatakan adalah VAR bukan berarti kesempurnaan. Tetapi karena Anda dapat melihat 99,3% adalah sesuatu yang sangat dekat.”

 

Pada akhir babak penyisihan grup, 24 penalti telah diberikan di Piala Dunia tahun ini, memecahkan rekor Piala Dunia sebelumnya.

 

Dari penalti itu, tujuh orang terlibat tinjauan VAR, sementara teknologi itu digunakan untuk rata-rata 6,9 insiden per game.

 

Data FIFA menunjukkan VAR digunakan untuk membatalkan 14 keputusan pada tinjauan, sementara tiga lagi menegaskan keputusan on-pitch yang dibuat oleh wasit.

 

“Di pusat proses pengambilan keputusan, ada wasit. VAR tidak memutuskan itu secara otomatis. VAR hanya merekomendasikan peninjauan di lapangan dan akhirnya wasit yang harus mengambil keputusan akhir,” kata ketua proyek VAR, Roberto Rosetti.

 

“Ini adalah perbedaan antara interpretasi, keputusan subjektif dan keputusan faktual. Untuk semua interpretasi, kami ingin wasit di pusat pengambilan keputusan.

 

“Kami ingin setiap pertandingan menghasilkan sesuatu yang adil, untuk menghindari kerugian lebih lanjut dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

 

”Jadi meskipun ada banyak kritik soal teknologi dalam sepakbola, jelas ini adalah solusi yang baik untuk menghindari pengambilan keputusan secara persepsi dan dugaan-dugaan negatif.”