Maroko Umumkan Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia 2026

BolaSempak Federasi sepak bola Maroko telah mengumumkan upaya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, memposisikan diri sebagai satu-satunya penantang untuk pengajuan turnamen tersebut dari gabungan Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.

 

Di bawah kebijakan rotasi penyelenggara turnamen FIFA, Piala Dunia 2026 tidak dapat berada di Eropa atau Asia, meninggalkan benua Afrika, Oceania dan Amerika Utara atau Selatan sebagai tujuan yang mungkin.

 

Meskipun dilaporkan ada peluang bagi Chile di awal tahun, tawaran bersama dari Kanada-Meksiko-AS diumumkan secara resmi pada bulan April.

 

Bagaimanapun, sesaat sebelum batas waktu pengajuan dikirimkan akhir pekan lalu, badan pemerintahan sepakbola Maroko mengeluarkan sebuah pernyataan singkat untuk menyaingi tawaran dari CONCACAF.

 

“Kami akan mencoba mencalonkan diri sebagai salah satu tuan rumah dari turrnamen terbesar sepakbola, Piala Dunia FIFA untuk tahun 2026 mendatang,” kata pernyataan badan sepakbola Maroko tersebut di website resmi mereka.

 

“Ini adalah kesempatan untuk membawa nama Maroko dan bahkan benua Afrika sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya, dimana negara ini cukup baik sebagai penyelenggaran turnamen Piala Afrika beberapa kali.”

 

Turnamen 2026 mendatang juga akan memperkenalkan format 48 tim, setelah dikonfirmasi FIFA pada bulan Januari lalu.

 

Afrika juga baru satu kali menyelenggarakan Piala Dunia, tepatnya di Afrika Selatan pada tahun 2010, namun ini merupakan tawaran kelima dari pihak Maroko dan tuan rumah akan diumumkan secara resmi pada Mei 2020 mendatang.

 

Mengenai keinginan Maroko sebagai tuan rumah turnamen itu, salah satu pejabat FIFA yang tidak disebutkan namanya mengatakan: “Mungkin akan terlihat baik jika turnamen sekelas Piala Dunia kembali dihadirkan di Afrika, sama seperti 2010 lalu.

 

“Tentunya sepakbola adalah olahraga yang universal dan semua pihak memiliki kesempatan untuk berperan penting untuk acara ini, tapi sesuai dengan prosedur, setiap pengajuan harus melewati beberapa masalah administrasi dan uji kelayakan.”