Lokomotiv Moskow Pernah Tolak Beli Neymar Dengan Harga Murah ?

bolasempak.comNikolai Naumov yang merupakan presiden Lokomotiv Moscow mengakui bahwa klubnya melewatkan kesempatan untuk menandatangani Neymar seharga € 10 juta saat masih remaja.

 

Neymar menjadi pesepakbola termahal sepanjang sejarah pada Agustus tahun lalu saat ia meninggalkan Barcelona untuk PSG dalam sebuah kesepakatan sebesar € 222 juta.

 

Pemain internasional Brasil itu telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik dan termahal di dunia, dikenal semenjak berseragam Santos sebelum pindah ke Barcelona dan reputasinya semakin meningkat ketika membentuk trio MSN yang juga diisi Messi dan Suarez.

 

Tapi karirnya bisa saja memiliki jalan berbeda jika Lokomotiv menindaklanjuti minat awal mereka ketika Neymar masih berusia 16 tahun dan bermain untuk tim junior selama Piala Mediterania 2008.

 

Seperti yang terjadi, Lokomotiv memilih untuk tidak berjudi dengan Neymar dan memilih untuk mempromosikan produk akademi mereka sendiri, dengan Naumov merasa bahwa Alan Gatagov (mantan pemain akademi yang kini berstatus agen bebas) tampak lebih mengesankan.

 

“Kami memikirkan apakah Neymar layak dibeli,” kata Nikolai Naumov kepada Sport Express (9/2/2018). “Kami ingin membelinya. Tim pencari bakat kami selalu melihat permainannya dengan detail.

 

“Tapi ada keraguan yang cukup besar, pertama karena dia terlalu muda, kedua karena tidak jelas bagaimana dia beradaptasi dengan sepakbola dan iklim Rusia. Dia sangat rapuh, tubuhnya kecil. Karena itulah kami memutuskan untuk tidak merekrutnya.

 

“Pencari bakat kami mengenali kemampuannya, tapi kami memutuskan untuk tidak membeli ditambah lagi karena mereka (pihak Neymar) meminta banyak uang, jadi kami tidak ingin mengambil risiko. Seorang anak muda dari Brasil, bahkan jika memiliki potensi besar, bisa kesulitan untuk beradaptasi disini.

 

“Saya tidak ingat persis (tentang harga yang diminta), mungkin sekitar € 10 juta dan membayar begitu banyak untuk pemain muda dari benua lain bukanlah kebijakan tepat. Saya tidak ingin merugikan tim ini dan menyia-nyiakan apa yang kami miliki di akademi.

 

“Pada akhirnya kami kalah di final (Piala Mediterania), tapi saya tidak memperhatikan Neymar lebih kuat dari yang lain. Bahkan Alan Gatagov tampil lebih baik di pertandingan itu.”