LeBron James Jadi Inspirasi Tite Latih Timnas Brasil

Tite, LeBron James

bolasempak.com Tite menggunakan sikap ikon Cleveland Cavaliers, LeBron James, sebagai inspirasi untuk membangun atmosfer dan filosofi sepakbola yang ingin ia kembangkan dalam skuad Brasil asuhannya.

 

Brasil menunjuk Tite setelah kegagalan di fase grup Copa America Centenario pada tahun 2016 sekaligus menjadi akhir bagi Dunga, yang mengesampingkan bintang seperti Thiago Silva dan Marcelo selama periode kedua kepelatihan atas tim nasional.

 

Tite yang sukses melatih Corithian, memasukkan nama Marcelo untuk pertandingan pertamanya melawan Ekuador dalam kualifikasi Piala Dunia, sementara Silva – sang kapten selama Piala Dunia 2014 – kembali mendapatkan kesempatan.

 

Dalam upaya untuk membawa timnya lebih dekat bersama sebagai satu unit, Tite menggunakan superstar dunia basket (James) sebagai contoh lingkungan yang ia ingin kembangkan, dan hasilnya Brasil melanjutkan ke bagian kualifikasi CONMEBOL termasuk memenangkan 15 dari 19 pertandingan.

 

“Ketika kami semua berdiskusi sebelum pertandingan melawan Ekuador, salah satu hal pertama yang kami lakukan adalah menunjukkan video dari pertandingan bola basket kepada para pemain,” Tite mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Players Tribune (15/5/2018).

 

“Itu tentang pertandingan final NBA ketika Cleveland melawan Golden State (Warriors). Dan permainan yang satu ini sangat indah bagi saya, karena LeBron James mengoper bola ke Kyrie Irving, dan Kyrie melakukan tembakan keras dan melewatkannya.

 

“Tapi apa yang dilakukan LeBron? Dia adalah superstar. Anda mungkin berharap dia akan bertepuk tangan dan berkata ‘Mengapa Anda mengambil keputusan itu?’

 

“Sebaliknya, LeBron sangat fokus. Dia berjuang untuk mendapatkan rebound, dan kemudian apa yang dia lakukan? Apakah dia mengambilnya dan menembaknya sendiri? Tidak, dia mengembalikan bola ke Kyrie, dan Kyrie mencetak poin.

 

“Saya mengatakan kepada pemain saya bahwa ‘ini adalah jenis atmosfer yang kami butuhkan untuk menjadi sukses. Semua orang saling bertarung satu sama lain, bahkan untuk seorang bintang.’

 

“Setelah pertandingan (kemenangan 3-0), kami semua berada di ruang ganti dan para pemain datang bersama-sama dan kami mulai berdoa kepada Tuhan. Dan saya memperhatikan bahwa beberapa staf dan bahkan penjaga keamanan meninggalkan ruangan, lalu aku berkata ‘Tidak, ini untuk semua orang. Mari kita semua berdoa’.

 

“Semua orang datang bersama untuk berdoa, bahkan staff keamanan. Itu adalah momen luar biasa bagi kita semua.”