Hummels: “Sane Tak Bisa Berharap Seperti Muller atau Ozil”

Mats Hummels, Leroy Sane

bolasempak.com Mats Hummels melontarkan kritik pada sikap Leroy Sane dan mengatakan bahwa dia tidak bisa berharap akan diperlakukan sama dengan orang-orang seperti Thomas Muller dan Mesut Ozil setelah secara mengejutkan ditinggalkan dari skuad Piala Dunia.

 

Sane menikmati periode terbaik dari karirnya di musim 2017-18, mencetak 10 gol dan 15 assist saat dia membantu Manchester City memenangkan gelar Premier League.

 

Penampilannya diakui dengan penghargaan akhir musim, karena ia dinobatkan sebagai PFA Young of The Year, sementara ia juga dinominasikan untuk PFA Player of The Year.

 

Namun performanya bersama timnas Jerman tidak meyakinkan Joachim Low untuk memasukkan nama si pemain di antara seleksi akhir 23 pemain untuk menjalani kompetisi di Rusia.

 

Dan meskipun ada kritik dari berbagai pihak, Hummels memberikan dukungan pada sang pelatih dan bersikeras bahwa Sane tidak sepenting Muller dan Ozil, sebelum menambahkan kritik pada generasi muda Jerman.

 

“Leroy Sane tidak memiliki kedudukan yang sama dengan Thomas Muller atau Mesut Ozil,” Hummels mengatakan pada wartawan, dikutip Bild (8/6/2018).

 

“Terkadang butuh waktu untuk memiliki kedudukan yang sama di tim nasional seperti di klub Anda. Terlihat bahwa orang-orang yang datang dari jajaran pemuda – di Bayern juga – adalah orang yang berbeda hingga 10 atau 12 tahun yang lalu.

 

“Ini adalah generasi baru. Mereka dicirikan oleh perilaku yang berbeda, seperti di media sosial.

 

“Saya selalu yang termuda di tim dan saya harus membawa gol. Itu sangat normal. Sekarang ini Anda melihat beberapa anak berusia 18 tahun yang tidak mengerti mengapa mereka harus melakukan ini.

 

“Saya tidak berbicara satu kata pun di ruang ganti Bayern selama minggu-minggu pertama. Saya hanya berbicara dengan Stephan Furstner dan Michael Rensing karena saya tahu mereka dari tim kedua.

 

“Untuk orang lain, saya mungkin mengatakan ‘halo’, tetapi hari ini semuanya lebih cepat dan setelah satu minggu pemain bertingkah seperti mereka sudah bermain tiga tahun untuk tim.

 

“Jelas sikap semacam ini harus diperhatikan, karena bagaimanapun junior perlu menyesuaikan diri untuk tampil bersama para senior, dengan mentalitas dan sikap berbeda.”