Bosz Masih Sesalkan Kegagalan di DFL-Supercup

BolaSempakPelatih Borussia Dortmund, Peter Bosz, masih menyesali penampilan timnya yang dua kali memimpin melawan Bayern Munich sebelum menderita kekalahan adu penalti di DFL-Supercup.

 

Christian Pulisic mengecohkan pertahanan Bayern dan mencetak gol pembuka setelah 12 menit, namun Robert Lewandowski berhasil menceploskan bola ke gawang mantan klubnya.

 

Pierre-Emerick Aubameyang kemudian kembali membawa timnya meraih keunggulan sampai akhirnya gol bunuh diri dari Roman Burki menjadi penyebab terjadinya adu penalti.

 

Kiper Dortmund, Burki, menyelamatkan upaya dari Joshua Kimmich, namun di sisi lain Sven Ulreich berhasil mementahkan tembakan Sebastian Rode dan Marc Bartra untuk memastikan juara bertahan Bundesliga itu merebut trofi pertama musim ini.

 

“Saya tidak senang dengan hasilnya, dua menit sebelum akhirnya kami harus menang dan kami belum melakukannya,” kata mantan pelatih Ajax itu setelah pertandingan kompetitif pertamanya.

 

“Kami memimpin tiga kali, bahkan di adu penalti. Pada akhirnya kami belum menang dan saya sangat kecewa.

 

“Sebagai pelatih saya tidak puas dengan kekalahan. Pada gol pertama, kami terlihat cukup berhasil dan kami melakukannya dengan sangat baik. Setelah itu Bayern lebih baik, dengan lebih banyak peluang.

 

“Kami senang dengan hasil 1-1 saat istirahat dan kami bermain lebih baik di babak kedua karena kami lebih kompak dan kehilangan bola lebih sedikit, sebelum Bayern lebih banyak menekan dan menyulitkan pertahanan kami.

 

“Jika kiami elakukannya dengan lebih baik, akan sulit bagi Bayern Munich untuk mencetak gol, jika kami sering kehilangan bola, kami akan memberi tekanan pad adiir sendiri.”

 

Mario Gotze kembali absen dari barisan utama skuad Dortmund, setelah kembali beraksi selama pra-musim di belakang absen lima bulan karena gangguan metabolisme. Bosz memastikan striker timnas Jerman itu mengalami kemunduran kecil dan kesabaran adalah kunci saat ia berusaha mendapatkan karirnya kembali ke jalur seperti semula.

 

“Seperti yang saya katakan, kami harus berhati-hati dengan dia (kondisi Gotze),” tambah pria berusia 53 tahun itu. “Dia sudah istirahat lima bulan. Setelah dua langkah maju, dia telah mundur setengah langkah dan dia harus bergerak maju dua setengah langkah ke depan.”