Ancaman Rasis, Danny Rose Pastikan Keluarganya Tidak Hadir di Rusia

Danny Rose

bolasempak.com Bek timnas Inggris, Danny Rose, mengatakan kepada keluarganya agar tidak datang ke Rusia untuk Piala Dunia karena kekhawatiran dilecehkan secara rasial.

 

Asosiasi Sepakbola Rusia didenda £ 22.000 oleh FIFA, setelah nyanyian rasis diarahkan pada pemain-pemain Prancis berkulit hitam selama pertandingan persahabatan antara kedua negara pada bulan Maret, sebuah hukuman yang dianggap lunak dan diberi label “menjijikkan”.

 

“Saya tidak khawatir tentang diri saya sendiri,” Rose mengatakan kepada Standard Sport (8/6/2018). “Tapi saya sudah memberi tahu keluarga saya bahwa saya tidak ingin mereka pergi ke sana karena rasisme dan hal lain yang mungkin terjadi.”

 

Rose, yang akan berkompetisi di Piala Dunia pertamanya, mengungkapkan keluarganya sangat sedih, tetapi percaya itu adalah kepentingan untuk semua orang dan menghindari masalah lain.

 

“Ayah saya benar-benar marah. Saya bisa mendengarkan suaranya. Dia mengatakan bahwa dia mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan lagi untuk datang dan menonton saya di Piala Dunia,” kata bek kiri Tottenham tersebut.

 

“Rasanya sangat emosional mendengar hal itu. Benar-benar menyedihkan. Saya tidak ingin mengkhawatirkan keselamatan keluarga saya ketika saya mencoba untuk mempersiapkan pertandingan.”

 

Rose juga telah mengalami rasisme selama karirnya di Inggris. Pada tahun 2012, saat bertugas untuk kompetisi di bawah usia 21 tahun di Serbia, ia menjadi sasaran denagn suara-suara monyet dan Asosiasi Sepakbola Serbia didenda £ 65.000.

 

Full-back The Three Lions itu sangat kritis terhadap FIFA dan proses pendisiplinan terkait menangani rasisme, mengatakan: “Saya tidak memiliki keyakinan dalam sistem peradilan sehingga saya tidak membiarkan apapun mempengaruhi saya.

 

“Saya tidak mendapat dukungan apapun setelah di Serbia. Saya tidak pernah berbicara dengan siapapun di luar Inggris. Saya masih harus diskors dan kehilangan pertandingan pertama dalam kompetisi.

 

“Saya mati rasa sekarang. Kalau saya dilecehkan secara rasial di luar sana, saya sudah tahu bagaimana mengatasinya. Tidak ada yang akan berubah dan hanya melanjutkannya. Tapi seharusnya tidak seperti itu.

 

“Saya tidak ingin terdengar seperti bayi menangis. Ada jutaan orang yang mendapatkan yang jauh lebih buruk daripada saya. Kami cukup siap untuk menghadapinya dan kami punya orang yang tepat untuk membantu jika ada yang terjadi.”

 

Ditanyakan apakah pihak Inggris telah berbicara tentang walk-out, Rose berkata: “Kami telah mendiskusikannya. Sampai itu benar-benar terjadi dan dalam situasi semacam apa, sulit untuk mengatakan apa yang sebenarnya Anda lakukan.”