Advocaat Emosional Karena Sneijder

BolaSempak – Wesley Sneijder mencetak gol dalam pertandingan yang menjadikannya sebagai pemain tim nasional Belanda dengan penampilan terbanyak. Hal tersebut membuat pelatih Belanda yang baru kembali melatih, Dick Advocaat merasa emosional.

 

Pertandingan kualifikasi Piala Dunia pada hari Jumat tersebut merupakan pertandingan pertama Advocaat di rezim ketiganya sebagai pelatih tim Oranje, dengan Sneijder mencetak gol kedua Belanda dalam kemenangan 5-0 melawan Luksemburg saat ia memecahkan rekor dari Edwin van der Sar melalui penampilan ke-131 bagi negaranya tepat di hari ulang tahunnya yang ke-33.

 

Dengan kekalahan Bulgaria dari Belarusia dan kemenangan dramatis Swedia atas Perancis, harapan Belanda untuk dapat lolos mendapatkan dorongan, tetapi Advocaat lebih memilih untuk mengalihkan fokus kepada Sneijder untuk diberikan kredit setelah penampilan bersejarah tersebut.

 

“Saya merasa sedikit emosional. Mungkin karena usia saya, karena saya sudah merasa sedikit emosional karena lagu kebangsaan. Saya harus sedikit lebih berhati-hati dengan hal ini,” tukas pelatih berusia 69 tahun tersebut kepada NOS.

 

“Umpan-umpan Sneijder tetap memiliki kualitas yang luar biasa. Hanya ada beberapa pemain di dunia yang dapat mengimbanginya. Kami harus memanfaatkan kualitasnya selama yang kami bisa.”

 

Arjen Robben, Georginio Wijnaldum, Quincy Promes dan Vincent Janssen semuanya mencetak gol dalam kemenangan yang nyaman bagi Belanda, membuat kini hanya tiga poin yang memisahkan Swedia, Perancis dan Belanda di Grup A dengan empat pertandingan yang tersisa.

 

Sneijder bermain di belakang Janssen sebagai pemain no. 10 melawan Luksemburg tetapi Advocaat memberikan isyarat bahwa ia mungkin tidak akan memainkan pemain Galatasaray tersebut disana pada laga berikutnya, pertandingan menentukan melawan Perancis di bulan Agustus.

 

“Melawan Perancis, ia mungkin bisa bermain di posisi lain. Di akhir bulan Agustus, semua orang harus memastikan kalau mereka kembali fit. Kami akan memperhatikan hal tersebut dengan seksama. Kami harus mengincar peringkat pertama. Dua pertandingan pertama setelah liburan menghadapi Perancis dan Bulgaria sangat penting. Ini merupakan waktu yang gila karena banyak pemain yang belum tau dimana mereka akan bermain musim depan.” (AA)