Thomas Tuchel Sebut Teror Bom Jadi Penyebab Pemecatan di Dortmund

bolasempak.com Thomas Tuchel yakin bisa tetap melatih Borussia Dortmund jika bukan karena serangan bom terhadap bus timnya pada April tahun lalu.

 

Dortmund melakukan perjalanan untuk pertandingan perempatfinal Liga Champions melawan AS Monaco di Signal Iduna Park ketika kendaraan mereka rusak akibat tiga ledakan.

 

Insiden tersebut membuat Marc Bartra terluka dan harus menjalani operasi pada pergelangan tangannya.

 

Pertandingan melawan Monaco pun dijadwal ulang ke hari berikutnya, dengan tim tamu mengklaim kemenangan 3-2.

 

Setelah penjadwalan ulang, Tuchel mengklaim bahwa baik dia maupun para pemainnya telah dikonsultasikan untuk tidak langsung bermain setelah 24 jam darik kejadian tersebut, hal yang ditolak oleh Hans-Joachim Watzke (CEO Dortmund).

 

Meskipun Tuchel membawa Dortmund sukses di DFB-Pokal dengan kemenangan 2-1 atas Eintracht Frankfurt pada akhir Mei, dia mengundurkan diri 3 hari setelah kemenangan tersebut.

 

Berbicara di persidangan awal pekan ini, Tuchel ditanya oleh kepala jaksa Carsten Dombert apakah dia akan tetap melatih BVB andai peristiwa 11 April tahun lalu tidak terjadi.

 

“Saya akan menganggapnya seperti itu,” jawab pria berusia 44 tahun itu, dilansir Bild (20/3/2018). “Watzke telah mengatakan secara terbuka bahwa ada perbedaan pendapat yang besar, itulah sebenar-benarnya.

 

“Perbedaan besar ketika saya sedang duduk di bus dan dia (Watzke) tidak. Karena itulah ada pendekatan yang berbeda untuk mengatasinya, tanpa ingin mencela pimpinan klub.”

 

Tuchel pun menjelaskan bahwa dia merasa siap untuk memimpin timnya sehari setelah insiden, tetapi menyadari bahwa skuad “dalam keadaan di mana mereka tidak dapat bermain” ketika bertemu di tempat pelatihan Dortmund keesokan paginya.

 

Ditanya apakah serangan itu memengaruhi kinerja timnya, Tuchel menambahkan: “Saya yakin akan hal itu. Betapa beruntungnya kami setelah ledakan besar terjadi. Kami merasa bahwa tidak akan siap untuk keesokan paginya.

 

“Tapi apa yang dicapai skuad (setelah serangan) luar biasa.”

 

Kapten Dortmund, Marcel Schmelzer, dan Roman Weidenfeller (kiper BVB) juga bersaksi pada hari Senin, bersama dengan Felix Passlack dan Sven Bender yang telah meninggalkan klub di awal musim.

 

“Saya mencoba untuk mendorongnya, tetapi selalu ada saat-saat ketika Anda berpikir betapa beruntungnya kami,” kata Schmelzer, sementara Weidenfeller menjelaskan efek setelah serangan itu berdampak untuk beberapa pemain Dortmund.

 

“Ini masih menjadi topik hangat di tim, saya tahu pemain mana saja yang masih menderita, itu adalah serangan yang mengancam hidup,” katanya. “Itu mengubah hidup saya, jadi wajar ada yang terpengaruh.”

 

Bender menjelaskan keputusan untuk menjadwal ulang pertandingan melawan Monaco sebagai “kesalahan”.

 

“Bagi saya, topik itu terlalu cepat dihapus dan sangat disayangkan,” tambahnya.