Neymar Ingin Barcelona “Diusir” Dari Liga Champions

BolaSempak Neymar telah meminta UEFA untuk mengusir Barcelona dari turnamen Liga Champions dalam sebuah perselisihan mengenai pembayaran loyalitas yang cukup besar.

 

Omnisport mengabarkan tim hukum si pemain internasional Brasil (Neymar) membuat permintaan kepada badan sepakbola Eropa terkait masalah pembayaran yang belum dijalani mantan klubnya, dan cukup dipahami  bahwa UEFA belum menanggapi surat dari pihak Neymar.

 

Pemain berusia 25 tahun itu meninggalkan Barca ke Paris Saint-Germain pada bulan Agustus dengan biaya transfer rekor dunia sebesar € 222 juta, kurang dari setahun setelah menandatangani kontrak baru di Camp Nou.

 

Rombongan pemain tersebut bersikeras bahwa pihak Barcelona berutang bonus kesetiaan sebesar € 26 juta yang ditetapkan dalam perpanjangan kontrak tersebut dan FIFA memastikan pada Agustus lalu bahwa mereka sedang menyelidiki sebuah keluhan resmi dari mantan bintang Santos tersebut terhadap Barca.

 

“Neymar masih punya hak yang seharusnya didapatkan pada musim ini, dari klub lamanya dan kesepakatan itu terjadi dalam kontrak baru yang ditandangani beberapa waktu lalu,” pernyataan perwakilan Neymar.

 

“Kami akan mencoba menempuh jalur hukum agar tuntutan ini bisa berlanjut dan direalisasikan. Kami kira Barca tidak akan kesulitan untuk membayarkan hak pemain dan ini jadi catatan buruk untuk klub sekelas Barcelona.”

 

Namun sang raksasa La Liga menolak untuk menjalani pembayaran dengan alasan bahwa pemain depan tersebut melanggar persyaratan dalam kesepakatan kontrak dengan mengadakan pembicaraan dengan PSG saat pindah ke Prancis.

 

Klub tersebut meluncurkan sebuah kasus terpisah pada bulan Agustus untuk menuntut kembalinya “premi perpanjangan kontrak” yang dibayarkan kepada Neymar saat dia menandatangani kontrak terakhirnya.

 

Barca bahkan meminta pengembalian sebesar € 8.5 juta, ditambah 10% tunggakan, dan mengatakan bahwa PSG harus membayar jumlah tersebut jika Neymar merasa tidak mampu.

 

“Kasus Neymar bukanlah kesalahan klub karena ada detail dari kontrak yang bisa dilihat secara seksama. Dia melanggar apa yang ditetapkan dalam kontrak dan pihak klub tidak wajib membayar sisa bonus karena dalam kontrak memiliki poin-poin tertentu.

 

“Jadi kami sebagai klub, siap menanggapi pernyataan dari pihak luar karena membuat citra klub menjadi buruk.”