Monaco Mampu Singkirkan Manchester City

BolaSempak – Jalan terjal menuju babak perempat-final Liga Champions menunggu pasukan muda AS Monaco di pertengahan pekan ini. Raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City akan kembali menghadang di leg kedua babak perdelapan-final yang akan berlangsung di Stade Louis II, kandang dari Monaco. Dengan ketertinggalan agregat 5-3 dari lawan mereka, para penggemar Monaco berharap bahwa tim kesayangan mereka akan mampu mengulang prestasi tahun 2004 silam, dimana mereka mampu melakukan comeback gemilang melawan para Galacticos milik Real Madrid.

 

Situasi 13 tahun silam tersebut sangat mirip dengan tahun ini. Monaco yang saat ini diarsiteki oleh Didier Deschamps menelan kekalahan 4-2 dari Madrid pada laga perempat-final leg pertama di Santiago Bernabeu. Monaco saat itu mirip dengan Monaco asuhan Leonardo Jardim saat ini; dipenuhi pemain muda dan menerapkan sepakbola menyerang. Gol Raul Gonzalez sempat memudarkan asa mereka, namun Ludovic Giuly mencetak dua gol sebelum Fernando Morientes, mantan penyerang Madrid, memastikan langkah Monaco ke babak semifinal.

 

Situasi yang hampir mirip kini dialami oleh Jardim dan anak-anak asuhnya. Sama-sama tertinggal dua gol, sama-sama akan menghadapi para bintang kelas dunia. Jika Giuly dan Morientes kala itu harus menghadapi Zinedine Zidane, Raul, dan Luis Figo, kini giliran Radamel Falcao, Kylian Mbappe, dan Bernardo Silva yang harus bertanding menghadapi Sergio Aguero, David Silva, dan Kevin De Bruyne. Plus, satu Galactico lagi dalam diri pelatih Pep Guardiola.

 

Jardim yang begitu brilian memimpin mesin gol bernama Monaco yang telah mencetak 123 gol di musim ini, terbanyak di liga-liga top Eropa, harus diakui kalah taktik dari Guardiola di leg pertama. Monaco unggul dua kali di Etihad Stadium sebelum mereka kelelahan, menyebabkan City mampu membalikkan keadaan. Di leg kedua, Jardim tidak boleh membuat kesalahan yang sama.

 

Absennya bek andalan Kamil Glik akan menjadi pukulan berat bagi Monaco. Namun Monaco harus melakukan ini untuk menjaga nama baik Ligue 1 Perancis yang tercoreng akibat Paris Saint Germain yang tersingkir secara memalukan. Monaco harus mampu menciptakan sejarah, sama seperti 13 tahun lalu di stadion yang sama. (AA)