Paus4d

Jupp Heynckes Tegaskan Tak Bisa Lepas Dari Sepakbola

BolaSempak Pelatih Bayern Munich, Jupp Heynckes, menegaskan bahwa dia belum kehilangan kontak dengan sepakbola selama absen empat tahun dari dunia kepelatihan.

 

Pria berusia 72 tahun itu ditunjuk sebagai pelatih sampai akhir musim setelah memecat Carlo Ancelotti beberapa waktu lalu.

 

Heynckes belum kembali melatih sejak meninggalkan Bayern pada akhir musim 2012-13, di mana ia mengarahkan klub tersebut dengan treble winner pertama, meraih trofi Bundesliga, DFB-Pokal dan Liga Champions.

 

Namun mantan pelatih Real Madrid tersebut mengatakan bahwa dia terus mengikuti perkembangan di sepakbola Eropa dan sepenuhnya siap menghadapi apa yang ada di depan antara sekarang sampai Mei tahun depan.

 

“Saya telah menyaksikan perkembangan sepakbola terakhir, apa yang terjadi dengan Real Madrid, Barcelona, Juventus atau Premier League. Saya juga sangat memperhatikan Bundesliga,” katanya dalam sebuah konferensi pers.

 

“Ada beberapa alasan untuk saya kembali. Ada persahabatan dengan (presiden Bayern) Uli Hoeness dan kontak dengan (pimpinan klub) Karl-Heinz Rummenigge, yang belum pernah dipecahkan selama bertahun-tahun.

 

“Saya juga harus berterima kasih kepada Bayern karena mereka adalah batu loncatan untuk karir internasional saya, yang kemudian berlanjut di Spanyol.

 

“Saya pikir tahun 2013 adalah akhir dari karir kepelatihan saya. Saya telah mendapatkan beberapa tawaran dari klub-klub papan atas Eropa sejak treble tapi mereka tidak pernah menjadi pilihan bagi saya.

 

“Ada banyak kritik selama saya pensiun, selama empat tahun terakhir, namun sepakbola tidak pernah saya tinggalkan, olahraga ini adalah bagian dari hidup saya.

 

“Usia adalah angka dan tidak lebih. Beberapa merasa tua di usia 45 tahun, tapi saya tidak berubah, saya merasa muda, saya memiliki semangat seperti seorang pria 60 tahun!

 

“Tugas saya adalah menganalisa situasi. Meski terlihat sulit, saya yakin kami akan segera menunjukkan wajah yang berbeda.”

 

Heynckes juga membela Ancelotti setelah pemecatannya, bersikeras bahwa dia pantas mendapat penghargaan tertinggi atas rekornya dalam sepakbola.

 

“Pria itu memenangkan Liga Champions tiga kali. Setiap pelatih memahami situasi ini,” katanya. “Saya sangat menghormatinya dan saya ingin mengatakan hal ini: Saya telah mengalami situasi yang sama dalam karir saya seperti yang Carlo alami, saya masih berpendapat dia adalah salah satu yang terbaik.”

 

Di sisi lain, Hoeness mengatakan tentang kembalinya Heynckes: “Selama mengikuti berbagai pembicaraan, kami sampai pada kesimpulan bahwa Jupp adalah solusi terbaik. Secara pribadi, saya sangat senang bisa bekerja sama lagi dengannya di Bayern.”

 

Rummenigge, yang menggambarkan Heynckes sebagai “master dalam profesinya”, menambahkan bahwa pembicaraan selanjutnya adalah tentang masa depan Willy Sagnol.

 

“Saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan berada di tim pembinaan Jupp. Namun, kami telah mengatur janji untuk minggu ini di mana kami akan mengklarifikasi kemungkinan masa depannya di klub kami,” Rummenigge menjelaskan.